loading...

Ini Dampak Negatif Jika Orang Tua Bertengkar Didepan Anak

Sebagai sepasang suami istri tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan pendapat yg menimbulkan cekcok dan pertengkaran.Hal tersebut akan dianggap hal yg wajar jika Anda dan pasangan menanggapinya dengan baik.Namun bagaimana Anda menghadapi hal tersebut saat Anda sudah mempunyai anak? Anda harus memikirkan dampak yg akan dialami sang anak dalam setiap hal yg Anda lakukan.

Berikut adalah dampak yg akan timbul jika anak melihat Anda dan suami bertengkar seperti yg dilansir boldsky. com

http://dayahguci.blogspot.com/2016/11/ini-dampak-negatif-jika-orang-tua.html

Melakukan pertengkaran di depan anak adalah salah satu hal yg paling bodoh utk dilakukan.Anda harus menyadari fakta bahwa hal tersebut bisa membuat Anda menjadi orang tua yg buruk.Jika Anda dan pasangan mempunyai masalah sebaiknya Anda selesaikan ketika anak-anak tidak ada.

Anda harus ingat bahwa setiap apa yg Anda lakukan akan menimbulkan efek tersendiri dalam pikiran anak Anda.Salah satu dampak yang ditimbulkan jika Anda berkelahi di depan anak adalah Anda menimbulkan ketakutan pada diri anak.Anak Anda mungkin tidak mengetahui apa penyebab Anda dan pasangan bertengkar namun dia pasti bisa mengerti bahwa ada sesuatu yg salah dan tidak menyenangkan antara orang tuanya.

Dampak lainnya adalah anak Anda akan mengambil sifat serta perilaku Anda dan mungkin meniru Anda ketika mereka tumbuh dewasa nanti.Selain itu pertengkaran di depan anak akan membuat anak memihak atau membentuk opini tentang orang tuanya.Mereka akan menilai salah satu pihak salah dan mulai membencinya.ini sangat berbahaya bagi perkembangan anak Anda.
Baca juga:Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung
Itulah alasan mengapa Anda seharusnya tidak melakukan pertengkaran di depan Anda. Cobalah utk memberikan kenangan masa kecil yg menyenangkan utk anak Anda sehingga ia dapat bahagia dan merasa bangga mempunyai orang tua seperti Anda. 

Ini Dampak Negatif Jika Orang Tua Bertengkar Didepan Anak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahmi Fajri