loading...

Do'a Terhindar Dari Angin Merah Stroke (Obat Stroke)

Do'a Terhindar Dari Angin Merah Stroke (Obat Stroke)
Pada suatu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman A.S duduk di singgahsananya,
maka datanglah Angin yang cukup besar,
maka bertanya Nabi Allah Sulaiman A.S “siapakah engkau..?”


https://dayahguci.blogspot.com/2017/08/doa-terhindar-dari-angin-merah-stroke.html

Maka dijawab oleh Angin tersebut bahwa :
akulah Angin Rihul Ahmar….
dan Aku bila memasuki rongga anak Adam,
maka lumpuh, keluar darah dari Rongga,
dan apabila aku memasuki otak anak Adam,
maka menjadi gila lah anak Adam …..

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman A.S …..
supaya membakar Angin tersebut,
mka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman A.S bahwa
“Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,
siapapun tidak ada yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SWT …….”
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang……

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad S.A.W. yang terkena Angin Rihul Ahmar …..
Sehingga keluar darah dari rongga hidungnya…….

Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad S.A.W. dan bertanya Nabi kepada Malaikat Jibril…….
Maka menghilang sebentar,
lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan doa Rihul Ahmar kepada Nabi Muhammad S.A.W. …..
kemudian…..

Dibaca doa tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah S.A.W sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi Muhammad S.A.W. bahwa barang siapa Membaca doa stroke/doa Rihul Ahmar walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau Stroke.

Doa menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronis

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma inni a’uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar

Artinya:

Ya Allah ya Tuhanku lindungi aku dari angin merah & lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat ….

*sebarkanlah/panjangkanlah ke group, keluarga sahabat kita yang tersayang…

agar kita semua sehat terhindar dari STROKE ………Aamiinn

Do'a Terhindar Dari Angin Merah Stroke (Obat Stroke) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahmi Fajri