loading...

Abu Tumin : Sekarang Indonesia Dalam Bahaya Besar

Sesudah lama jeda,pengajian umum di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng,Pidie Jaya yang diasuh ulama kharismatik,Al-Mukarram Tgk.H.Muhammad Amin akrab disapa Abu Tumin Blang Blahdeh,Bireuen,kembali aktif,Sabtu, 12 November 2016.

“Alhamdulilah,sesudah demikian lama vakum pengajian,lantaran keadaan Abu Tumin kurang sehat,pada hari ini kembali aktif serta di hadiri oleh jamaah yang terbagi dalam alumni Dayah Munawwarah,tokoh agama serta orang-orang umum yang lain,” tutur Tgk. Mujlis Hasan,salah seseorang sekretaris Dayah Munawwarah Kuta Krueng,Pidie Jaya pada wartawan.

Menurut dia,pengajian ini sebagai pertemuan sebagian alumni Dayah Munawwarah,namun sebagian jamaahnya bukan sedikit juga ada orang-orang yang non-alumni dayah itu.

http://dayahguci.blogspot.com/2017/03/abu-tumin-sekarang-indonesia-dalam.html

”Jamaah yang ada sebagian pimpinan dayah serta tokoh agama,baik alumni Dayah Munawwarah atau yang lain dan orang-orang biasanya,”tutur guru senior Dayah Munawwarah kelahiran Blang Jruen itu.Abu Tumin di penghujung pengajian itu juga menyinggung fenomena serta keadaan negara saat ini.

”Jinoe nanggroe Indonesia dalam bahaya rayek,pue yang berjalan waktu nyoe gohlom berjalan sebelumnya jih.Bakal berjalan pergantian rayek.Ureung Indonesia cuma geukalon buet ureung aseng (sekarang ini Indonesia dalam bahaya besar,apa yang terjadinya sekarang ini belum pernah berjalan di saat terlebih dulu.

Bakal berjalan pergantian besar/revolusi.Orang-orang asli Indonesia saat ini cuma melihat tingkah laku orang asing),”tuturnya mengutip analisis AbuTumin.Menanggapi fenomena itu,Abu Tumin berikan jalan keluar di dalam negara yang seperti sekarang ini dengan mematuhi petuah serta pesan dan amanah sebagian ulama.

"Paling akhir Abu berpesan untuk semuanya santri yang ada di semua penjuru Aceh selalu untuk mematuhi serta patuh dan setia melakukan amanah ulama,“tutur Tgk. Mujlis Hasan. portalsatu. com

Abu Tumin : Sekarang Indonesia Dalam Bahaya Besar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah