loading...

Cara Cerdik Cucu Rasulullah Menasihati Orang Tua

Sayidina Hasan dan Sayidina Husain suatu ketika melihat seseorang sedang berwudhu. Sayangnya,cara wudhu orang tersebut tidak sempurna,tidak sesuai dengan tuntunan agama.

Kedua cucu baginda Nabi SAW yg tengah beranjak remaja itu pun berpikir tentang cara mengoreksinya secara bijak.Mereka tak ingin menyinggung dan berharap pesan nasehatnya dapat diterima dengan lapang dada.

http://dayahguci.blogspot.com/2017/01/cara-cerdik-cucu-rasulullah-menasihati.html

Salah seorang dari keduanya akhirnya mengatakan kepada orang tersebut,”Wahai paman, saya dan saudara saya beda pendapat mengenai siapa di antara kami yg paling benar dan bagus cara wudhunya.Kami minta tolong paman utk menilai kami,siapa yg terbaik wudhunya! ”

Orang itu setuju.Hasan dan Husain selanjutnya berwudhu sementara ia memperhatikan satu persatu dengan seksama,disertai rasa kagum akan cara wudhu dua anak dimaksud. Saat itu,ia beruntung karena mendapatkan pelajaran praktik dari kedua anak itu.Pelan-pelan kesadarannya tumbuh bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Setelah Hasan dan Husain selesai “lomba
berwudhu”tiba saatnya utk menentukan pemenangnya.”Wudhu kalian berdua sangat istimewa, ”kata orang itu sembari tersenyum seolah mengucapkan terima kasih.

Tidak ada pemenangnya.Memang tujuannya bukan utk mencari pemenang.

Apapun keadaannya,nasihat-menasihati merupakan prinsip esensial dalam Agama. Sayangnya prinsip ini semakin luntur,karena banyak orang yg “berat” menasihati orang lain dan banyak pula orang yg merasa “berat” utk menerima nasihat.

Kelihatannya,dibutuhkan cara yg tepat utk menyampaikan nasihat,dan tidak harus selalu diungkapkan secara tersurat,seperti yg dilakukan dua pemuda ahli surga tadi.Formatnya barangkali tidak menasihati walaupun secara tersirat kandungannya adalah nasihat.

Saya teringat saat belajar di salah satu madrasah ibtidaiyah di Jakarta.Saat itu saya belum mengerti kenapa setiap akan pulang sekolah guru-guru kami meminta semua siswa menutup pelajaran dengan membaca surat “Al-Ashr”.

Rupanya para sahabat Rasul SAW,tabiin dan generasi sesudahnya mempunyai kebiasaan mengakhiri majelis atau pertemuan mereka dengan membaca surat tersebut .
Baca juga: sejarah maulid nabi
Surat al-Ashr yg berisikan deklarasi kerugian manusia,kecuali mereka yg beriman, melakukan amal saleh,saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan saling nasihat-menasihati dalam kesabaran.

Cara Cerdik Cucu Rasulullah Menasihati Orang Tua Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah