loading...

Inilah Jawaban Mengapa Allah Ciptakan Babi,Kemudian Allah Juga yg Mengharamkanya

Inilah Jawaban Mengapa Allah Ciptakan Babi,Kemudian Allah Juga yg Mengharamkanya
Para pembenci Islam seringkali seringkali mempertanyakan sesuatu hal yg terkadang membuat umat Islam sedikit sulit menjawabnya.Seperti pertanyaan terkait babi, “Mengapa babi diciptakan jika memang haram?Mengapa babi diciptakan jika memang tidak bisa dimanfaatkan? ”

 http://dayahguci.blogspot.com/2016/12/inilah-jawaban-mengapa-allah-ciptakan.html

Dalam ajaran Islam hukum haram babi merupakan sesuatu yg sudah final,bahkan utk menegaskan keharaman babi,Allah berfirman dalam Al-Qur’an berkali-kali. Beberapa surat yg menyatakan keharaman daging babi antara lain surat Al Baqarah 173,Al Maidah 3,Al An’am 145 dan An Nahl 115.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَي�'كُمُ ال�'مَي�'تَةَ وَالدَّمَ وَلَح�'مَ ال�'خِن�'زِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَي�'رِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اض�'طُرَّ غَي�'رَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِث�'مَ عَلَي�'هِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai,darah,daging babi,dan binatang yg (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas,maka tidak ada dosa baginya.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS : Al Baqarah 173)

حُرِّمَت�' عَلَي�'كُمُ ال�'مَي�'تَةُ وَالدَّمُ وَلَح�'مُ ال�'خِن�'زِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَي�'رِ اللَّهِ بِهِ وَال�'مُن�'خَنِقَةُ وَال�'مَو�'قُوذَةُ وَال�'مُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّي�'تُم�' وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن�' تَس�'تَق�'سِمُوا بِال�'أَز�'لَامِ ۚ ذَٰلِكُم�' فِس�'قٌ ۗ ال�'يَو�'مَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن�' دِينِكُم�' فَلَا تَخ�'شَو�'هُم�' وَاخ�'شَو�'نِ ۚ ال�'يَو�'مَ أَك�'مَل�'تُ لَكُم�' دِينَكُم�' وَأَت�'مَم�'تُ عَلَي�'كُم�' نِع�'مَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ال�'إِس�'لَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اض�'طُرَّ فِي مَخ�'مَصَةٍ غَي�'رَ مُتَجَانِفٍ لِإِث�'مٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai,darah,daging babi,(daging hewan) yg disembelih atas nama selain Allah, yg tercekik,yg terpukul,yg jatuh, yg ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yg sempat kamu menyembelihnya,dan (diharamkan bagimu) yg disembelih utk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah,(mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa utk (mengalahkan) agamamu, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS : Al Maidah 3)


قُل�' لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَط�'عَمُهُ إِلَّا أَن�' يَكُونَ مَي�'تَةً أَو�' دَمًا مَس�'فُوحًا أَو�' لَح�'مَ خِن�'زِيرٍ فَإِنَّهُ رِج�'سٌ أَو�' فِس�'قًا أُهِلَّ لِغَي�'رِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اض�'طُرَّ غَي�'رَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah : “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yg diwahyukan kepadaku, sesuatu yg diharamkan bagi orang yg hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yg mengalir atau daging babi — karena sesungguhnya semua itu kotor — atau binatang yg disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yg dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS : Al An’am 145).

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَي�'كُمُ ال�'مَي�'تَةَ وَالدَّمَ وَلَح�'مَ ال�'خِن�'زِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَي�'رِ اللَّهِ بِهِ ۖ فَمَنِ اض�'طُرَّ غَي�'رَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai,darah,daging babi dan apa yg disembelih dengan menyebut nama selain Allah ; tetapi barangsiapa yg terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas,maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS : An Nahl 115).

Sedangkan utk menjawab pertanyaan mengapa Allah menciptakan babi,kemudian Allah sendiri yg mengharampaknya,berikut ini jawabanyan.

1. Menjadi Pembelajaran Utk Tidak Mengikuti Tabiatnya
Sudah diketahui bahwa babi mempunyai kesenangan berada di lingkungan yg kotor.Tak hanya itu saja karena babi juga termasuk hewan pemalas dan jorok.Bahkan saking joroknya,babi bisa memakan kotorannya sendiri.Tak jarang babi akan mengencingi dahulu makanannya sebelum disantap.

Dalam hal kerakusan,babi menjadi yg pertama karena apapun yg ada di depannya akan langsung ia lahap,entah itu sampah ataupun kotoran.Bahkan sebagian peneliti hewan mengatakan bahwa demi memuaskan nafsu makannya,terkadang babi akan memuntahkan makanan yg baru ia makan dan memakannya kembali.

Tentu dengan sifatnya yg jorok,malas sekaligus kotor menjadikan kita harus menjauhi segala tabiatnya karena jika tidak,kita sama saja dengan seekor babi.

Babi termasuk hewan yg buruk dan telah Allah firmankan dalam Al Quran dimana kaum terdahulu yg membangkang dikutuk oleh Allah menjadi seekor babi.

“Katakanlah (Muhammad), “Apakah Aku akan beritakan kepadamu tentang orang yg lebih buruk pembalasannya dari (orang fasiq) di sisi Allah?Yaitu orang yg dilaknat dan dimurkai Allah,diantara mereka (ada) yg dijadikan kera dan babi dan (orang yg) menyembah thagut.Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yg lurus. ” (QS Al Maidah 60)

Semoga dengan jawaban ini memperkuat keyakinan kita dan tidak mudah goyah lewat pertanyaan-pertanyaan dari umat yg hanya ingin menghancurkan Islam.

2. Guna Menguji Manusia
Allah terkadang menciptakan sesuatu sebagai bahan ujian bagi manusia apakah akan patuh ataukah melanggarnya.Seperti halnya babi dimana jika orang memakannya,maka ia telah gagal dalam menghadapi ujian tersebut.Namun jika ia berhasil menghindari larangan itu dengan tidak memakannya,berarti ia telah lulus akan ujian yg telah Allah beri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman :

“Dialah (Allah) yg menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah di antara kalian yg paling baik amalnya. ” (QS Al Mulk 2)

3. Membuat Manusia Layak Menjadi Khalifatullah
Sejak awal,Nabi Adam dijadikan oleh Allah sebagai seorang khalifah di bumi.Arti secara mendalam dari tugas tersebut yakni utk memakmurkan bumi yg sekarang ini ditempati.Berbagai jenis makhluk hidup maupun hewan yg dianggap tak bermanfaat ternyata menjadikan manusia lebih kreatif dan berkembang secara intelektual.Contohnya saja babi dimana dengan adanya penciptaan babi,membuat manusia mengetahui berbagai bibit penyakit yg dibawa oleh binatang kotor tersebut .Dengan demikian,manusia pun akan berusaha utk mencari atau meneliti obat terhadap penyakit itu.
Baca Juga:Resep Tongseng Kambing Spesial Khas Solo
Beberapa penyakit yg berasal dari babi diantaranya adalah cacing pita dan flu babi (Swine influenza) yg kini mulai ada obatnya.

Inilah Jawaban Mengapa Allah Ciptakan Babi,Kemudian Allah Juga yg Mengharamkanya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah