loading...

Cara Islam Dalam Memanfaatkan Waktu

Dalam ajaran Islam,disampaikan bahwa ciri-ciri seorang Muslim yg diharapkan adalah pribadi yg menghargai waktu.Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya,sebab sudah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan,sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an yg berbunyi : “Dan Dia (pula) yg menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yg ingin mengambil pelajaran atau orang yg ingin bersyukur. ” (Al-Furqan 25 : 62)

Sebagai seorang Muslim yg baik sudah sepantasnya kita menghargai waktu kita dan menggunakannya dengan baik pula,dalam Islam sendiri waktu diibaratkan sebagai sebuah pedang yg jika seseorang dapat menggunakannya maka ia akan selamat dan dapat mengambil manfaat dari pedang tersebut,akan tetapi jika ia tidak dapat menggunakannya dengan baik maka ia akan celaka atau bahkan terbunuh karena pedang tersebut .Waktu merupakan sebuah kesempatan penting yg tidak akan terulang.

Waktu adalah salah satu nikmat tertinggi yang diberikan Allah SWT kepada Manusia.Sudah sepatutnya manusia memanfaatkannya seefektif dan seefisien mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai makhluk Allah SWT di bumi ini.Karena pentingnya manajemen waktu ini maka Allah SWT telah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam Al-Qur’an yg turun di mekkah dengan berbagai macam bagian dari waktu.Misalnya bersumpah : demi waktu malam,demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa.

Cara Islam Dalam Memanfaatkan Waktu

Firman Allah :
(2) وَاللَّي�'لِ إِذَا يَغ�'شَىٰ (1) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

“Demi malam apabila menutupi dan siang apabila terang benderang. ” (Q. S. Al-Lail : 1-2)

(3) وَال�'عَص�'رِ (1) إِنَّ ال�'إِن�'سَانَ لَفِي خُس�'رٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَو�'ا بِال�'حَقِّ وَتَوَاصَو�'ا بِالصَّب�'رِ

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. ” (Q S. Al-‘Ashr : 1-3).

فَالِقُ ال�'إِص�'بَاحِ وَجَعَلَ اللَّي�'لَ سَكَنًا وَالشَّم�'سَ وَال�'قَمَرَ حُس�'بَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَق�'دِيرُ ال�'عَزِيزِ ال�'عَلِيمِ

" Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. " (QS. Al-An'am 6 : 96)

Allah Ta’ala berfirman (yg artinya),
وَإِن�' تَعُدُّوا نِع�'مَةَ اللَّهِ لَا تُح�'صُوهَا إِنَّ ال�'إِن�'سَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah). ” (QS Ibrahim 14 : 34)
Hadits Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang
merupakan salah satu di antara dua kenikmatan yg telah diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Tetapi sangat disayangkan, banyak di antara manusia yg melupakan hal ini dan terlena dengannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِع�'مَتَانِ مَغ�'بُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَال�'فَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yg banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)

Waktu Laksana Pedang
Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim disebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Inti nasehat tersebut terdiri dari dua penggalan kalimat berikut :
الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yg malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yg sia-sia. ”

Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yg telah diberikan oleh Allah Ta’ala. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Cara Islam Dalam Memanfaatkan Waktu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahmi Fajri