loading...

Gambar Objek Wisata Tsunami Di Aceh

 Objek Wisata Tsunami Aceh

Mesjid Raya Baiturrahman


Bismillah,,
Saat tsunami melanda,Mesjid ini merupakan Mesjid yg sangat beruntung dari sekian banyak objek wisata yg hancur tersapu gelombang.Sekalipun gelombang tsunami sampai kedaerah ini bahkan kepelataran Mesjid,namun tsunami tidak menghancurkan bangunan Mesjid ini.Mesjid ini tetap berdiri kokoh ditengah hancur suasana kota.Mesjid ini hanya mengalami sedikit kerusakan yg tak berarti.

Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh






Rumah Cut Nyak Dien



Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh


Rumah Cut Nyak Dien ini,terletak dikawasan yg parah dihantam tsunami.Pada saat tsunami,rumah Cut Nyak Dien ikut terkena air, dan air memasuki rumah sehingga banyak barang-barang yang rusak. Bahkan Orang-orang dari kampong disekitarnya banyak yang mengungsi di atap rumah ini, hingga atapnya mengalami kerusakan parah sehingga atapnya perlu diganti. Sekalipun gelombang tsunami memasuki daerah ini, namun keberadaannya masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Pemerintah telah memperbaiki segala kerusakannya, tetapi tetap tidak mengurangi nilai sejarahnya.






Kapal PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Apung





Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh

Pembangkit Tenaga Listrik Diesel (PLTD) Apung berlokasi di Gampong Punge Blang Cut-Banda Aceh. Tongkang besar milik PLN ini memiliki bobot mati 2.500 ton dan luas lambung 1.600 meter persegi. Menurut publikasi Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, pada awalnya kapal PLTD ini sengaja didatangkan PT PLN ke Banda Aceh guna memenuhi kebutuhan listrik warga kota karena terjadi deficit pasokan listrik. Saat itu banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak pemberontak pada masa konflik, sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut.


Belum sempat sepenuhnya kapal ini menyuplai pasokan listrik ke seluruh Kota Banda Aceh, kapal ini harus menerima akibat ganasnya gelombang tsunami besar yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 itu. Gelombang dahsyat tsunami mampu membuat kapal tongkang tersebut terhempas hingga empat kilometer dari posisinya semula sebelum tsunami, yakni di Dermaga Ulee Lheue. Gelombang hebat membawanya ke tengah permukiman padat penduduk sehingga menimbulkan korban nyawa dan bangunan. PLTD yang bentuknya seperti kapal feri penyeberangan Merak-Bakaheuni tersebut, terbawa arus tsunami yang digambarkan oleh penduduk kira-kira berkecepatan 200 km per jam.


Tidak ada yang menyangka, PLTD yang tertambat dengan jangkar baja bisa terlepas begitu saja hingga menindih sekitar 20 orang yang ikut hanyut serta sejumlah rumah dan mobil di bawahnya. Menurut pengakuan seorang penduduk setempat yang melihat pada waktu peristiwa itu terjadi, kapal PLTD tersebut meliuk-liuk dibawa gelombang hingga menindih apa saja yang ada di bawahnya saat air perlahan-lahan menyurut. Kini paling tidak, di bawah kapal PLTD itu masih terdapat sekitar 20 mayat yang masih tertimbun. Ada juga bangkai mobil yang bagaikan kaleng kerupuk masih bersemayam di bawah kapal. Tak ada satu orang pun yang mampu untuk mengambil mayat yang ditindih oleh besi seberat 2.500 ton itu.


Sebenarnya saat itu,pihak PLN sendiri sudah berpikiran untuk memindahkan PLTD itu.Namun pihak pemerintah provinsi Aceh masih keberatan karena mereka tertarik untuk menjadikannya sebagai prasasti serta kenang-kenangan bagi korban tsunami.Padahal,mesin PLTD yg memiliki kemampuan daya 20 MW itu masih bisa dipakai untuk mengaliri listrik dan mesinnya tak rusak.PLN sendiri tak keberatan kalau badan PLTD itu dibiarkan bersemayam dilokasi sekitar perumahan penduduk Jaya Baru,karna disadari betul oleh pihak PLN bahwa memindahkan badan PLTD apung itu tak gampang karena harus melewati beberapa rumah penduduk yg masih kokoh berdiri disekitar situ.Namun PLN tetap menghendaki mesinnya,karena masih dapat dipakai untuk menghasilkan listrik bagi masyarakat Aceh.


Dan akhirnya kini,tongkang PLTD tersebut sudah tak difungsikan lagi,pihak PLN sudah mencabut mesinnya hingga kapal PLTD ini kini resmi dibuka sebagai objek wisata.Pengunjung yang datang,bisa naik ke atas geladak setinggi lebih kurang 20 meter karena di sisi tongkang sudah dibuat tangga besi lengkap dengan pagar hingga ke geladak untuk memudahkan pengunjung menaikinya. Dari atas geladaknya,pengunjung bisa menyaksikan pemandangan luas ke berbagai belahan kota di Banda Aceh.Tampak jelas,betapa jauhnya jarak pantai dengan lokasi tongkang tersebut terdampar.Dari situ pengunjung bisa membayangkan betapa dahsyatnya hempasan gelombang tsunami.Bahkan,di sekitar PLTD masih terlihat jelas sisa-sisa dinding dan atap bangunan yang hancur diterjang gelombang.

Taman Edukasi Tsunami




Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh

Hanya terpaut -/+ 30 meter dari letak kapal PLTD Apung,sebuah taman telah selesai dibangun yg disumbangkan oleh PT. BMW Indonesia dan Yayasan Citra Mandiri Jakarta.Taman untuk pembelajaran/simulasi tsunami ini diberi nama ‘Taman Edukasi Tsunami’.Taman ini termasuk dalam area rencana pembangunan monument tsunami. Ditaman ini terdapat jenis pohon-pohon langka yg pernah tumbuh diAceh dan dah hilang ditebas gelombang tsunami,seperti pohon jeumpa,pohon seulanga,pohon cempaka,pohon asam dan lain-lainnya.Juga ada kolam ikan yg besar,fasilitas permainan anak-anak, disamping bangunan utama yaitu gedung simulasi tsunami yang memamerkan dokumentasi/foto-foto kejadian tsunami. Digedung ini ada tribun terbuka untuk pertunjukan film dokumenter tentang kejadian/kisah saat bencana tsunami terjadi serta dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni.


Kedua objek wisata kapal PLTD Apung dan Taman Edukasi Tsunami,setiap harinya selalu ramai dikunjungi masyarakat.Selain masyarakat Aceh sendiri yang datang berkunjung,juga banyak masyarakat yg datang dari luar Aceh, pengunjung domistik maupun wisatawan dari mancanegara. Mereka bukan hanya melihat kapal,tapi mengabadikannya baik dari atas kapal maupun berfoto disekeliling kapal sebagai kenang-kenangan.






Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh

Museum Tsunami


Gedung musium tsunami ini dibangun pada lahan seluas satu hektar,berlokasi disekitar Lapangan Blang Padang,Banda Aceh.Mengenai struktur,musium tsunami dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti mushala,ruang audio visual yang akan menyajikan semua data korban yg direkam dalam video dan foto-foto yg berhubungan dengan hal tersebut dan didokumentasikan secara sempurna.


Kapal Apung Lampulo



Tak hanya itu,musium tsunami ini juga dilengkapi dengan toko cinderamata disekitar lokasi.Museum ini memiliki struktur khas yakni tinggi dan besar serta ukuran tugu yg mengikuti pola 26-12-2004.Angka tersebut mewakili seluruh peristiwa dan makna saat tsunami dahsyat itu menerjang Aceh.


Beberapa Objek Wisata Tsunami Di Banda Aceh


Kapal ini ialah salah satu dari dari kapal-kapal yg terdampar kedaratan pada saat terjadi bencana Tsunami beberapa waktu lalu.Hingga saat ini keberadaan kapal ini tetap dipertahankan sebagai obyek wisata untuk mengingat akan peristiwa tersebut,dan dijadikan salah satu situs Peringatan Tsunami.Kapal nelayan yang berdiri di salah satu atap rumah warga ini berlokasi Kampung Lampulo, Kec.Kuta Alam Kota Banda Aceh atau sekitar 1 km dari Dermaga Lampulo.


Sampai saat ini, kapal ini masih dibiarkan dalam bentuk aslinya tanpa ada perubahan yg berarti.Di kawasan pemukiman padat ini,kapal tersebut terlihat berdiri kokoh dan cukup menarik perhatian.Yg paling menonjol ialah sebuah rumah dibawah kapal terdampar ini,masih dihuni oleh keluarga M.Hisbah,salah satu penduduk Kampung Lampulo dan diresmikannya lokasi ini sebagai objek wisata sangat disetujui oleh pemilik rumah.Menurut pengakuannya,ia membuat kapal ini sengaja dikuatkan posisinya dan ia rela untuk menjaga lokasi ini.


Kapal ini memiliki jasa besar buat warga kampung setempat dan keluarga M.Hisbah sendiri.Saat kejadian,kapal ini terlempar,warga yg berada didekatnya mengungsi ke lantai atas lalu masuk ke kapal. Ada 54 warga yang diselamatkan kapal ini.Setelah tsunami surut,tanpa disadari kapal ini malah bertengger di atap rumahnya. Kejadian inilah, yang membuat banyak warga yg menjuluki sebagai kapal “Nabi Nuh” karena mampu menyelamatkan warga.

Baca juga:


Keberadaan kapal terdampar ini dilengkapi oleh para pedagang yg berjualan souvenir khas Aceh dan makanan-makanan ringan disekitar lokasi.Datangnya para pedagang ini dimulai semenjak resminya lokasi ini dibuka sebagai salah satu objek wisata peninggalan tsunami.

Gambar Objek Wisata Tsunami Di Aceh Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abu sigly Ahlussunnah waljamaah